Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 11 Februari 2026

Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 2 Sukarame Terhenti Sejak Awal Tahun

Oleh ADMIN

Berita
Kepala SD Negeri 2 Sukarame, Erdi Hadyastuty. Foto: Berdikari.co

Berdikari.co, Bandar Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Bandar Lampung, terhenti sejak Januari 2026. Padahal, sekolah tersebut sebelumnya menjadi salah satu penerima pertama program MBG di wilayah Bandar Lampung.

Kepala SD Negeri 2 Sukarame, Erdi Hadyastuty, mengatakan sekolahnya mulai menerima program MBG sejak 14 April 2025. Saat itu, SD Negeri 2 Sukarame termasuk satuan pendidikan pertama yang menjalankan program tersebut.

“Waktu itu kami termasuk penerima pertama MBG. Sebelum pelaksanaan, kami sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU), dan program berjalan lancar sampai Desember 2025,” kata Erdi, Selasa (10/2/2026).

Selama pelaksanaan, MBG di SD Negeri 2 Sukarame dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1 yang lokasinya relatif dekat dengan sekolah.

Ia menjelaskan, SD Negeri 2 Sukarame memiliki 480 siswa serta 31 tenaga pendidik dan petugas sekolah. Program MBG dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

Namun, memasuki awal tahun 2026, pelaksanaan MBG di sekolah tersebut tidak kembali berjalan. Padahal, sebelumnya pihak sekolah mendapat informasi bahwa program akan dilanjutkan sejak awal masuk sekolah.

“Tadinya diinformasikan saat awal masuk sekolah MBG akan mulai lagi, tetapi ternyata belum berjalan karena terkendala pemerataan,” jelasnya.

Erdi mengungkapkan, salah satu faktor terhentinya sementara program MBG adalah pengurangan jumlah ompreng di SPPG Sukarame 1, dari sebelumnya sekitar 5.000 menjadi 3.000 ompreng. Kebijakan tersebut berdampak pada penyesuaian penerima di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.

“Sekolah kami termasuk satuan pendidikan yang terdampak pengurangan itu, sehingga harus dialihkan ke dapur lain,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah telah dua kali melakukan konfirmasi kepada SPPG Sukarame 1. Meski memahami kondisi yang dialami pihak dapur, Erdi menyayangkan proses perizinan dapur yang belum tuntas sejak awal.

“Kami memahami kondisi SPPG, tetapi kebijakan ini merupakan keputusan pemerintah pusat. Menurut kami, seharusnya perizinan dapur sudah selesai sebelum anak-anak masuk sekolah agar program tidak terputus di tengah jalan,” ujarnya.

Pada akhir Januari 2026, pihak sekolah menerima informasi mengenai adanya dapur pengganti, yakni SPPG Muhammadiyah 3 yang berlokasi di sekitar Lapangan Way Dadi. Pihak dapur baru tersebut juga telah melakukan pendataan ulang terhadap jumlah siswa dan guru di SD Negeri 2 Sukarame.

“Untuk dapur yang baru ini, informasinya guru juga akan menjadi penerima manfaat. Kalau sebelumnya guru belum menerima,” kata Erdi.

Meski demikian, hingga kini pelaksanaan MBG di SD Negeri 2 Sukarame belum kembali berjalan karena masih menunggu kepastian operasional dapur pengganti.

Ia mengaku belum dapat memastikan apakah program MBG akan kembali dilaksanakan sebelum Ramadan atau setelah Idul Fitri. “Program MBG akan berjalan kembali jika dapur baru sudah benar-benar operasional,” pungkasnya. (*)

Editor Sigit Pamungkas