Berdikari.co, Bandar Lampung - Pengguna kendaraan listrik di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren peningkatan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan kendaraan yang lebih efisien, modern dan ramah lingkungan.
Hal ini juga didukung oleh ketersediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus dikembangkan oleh PT PLN (Persero).
Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, menyampaikan bahwa perubahan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu faktor utama meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Lampung.
"Terjadi perubahan mendasar atas kebutuhan kendaraan yang lebih efisien, modern, serta adanya upaya bersama untuk mengurangi emisi karbon. Kendaraan listrik menjadi salah satu solusi yang kini mulai diminati masyarakat,” kata Darma, seperti dikutip dari kupastuntas.co, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, seiring bertambahnya jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di jalan raya, PLN juga terus memperkuat dukungan infrastruktur pengisian daya. Saat ini, SPKLU di Provinsi Lampung telah tersedia baik di ruas jalan tol maupun di luar tol.
"SPKLU di Lampung ada yang beroperasi di ruas tol dan ada juga di jalan non tol. Untuk non tol, saat ini terdapat 33 unit EV Charger yang tersebar di 23 lokasi. Sementara di ruas tol tersedia 34 unit EV Charger di 17 lokasi,” jelasnya.
Keberadaan SPKLU ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik, khususnya dalam perjalanan jarak jauh.
"Total SPKLU yang telah beroperasi di Provinsi Lampung mencapai 67 unit EV Charger yang tersebar di 40 lokasi strategis, " ungkapnya.
Darma juga mengungkapkan, sepanjang tahun 2025, jumlah energi listrik yang disalurkan melalui seluruh SPKLU di Lampung tercatat cukup signifikan.
"Total energi listrik yang tersalurkan dari seluruh SPKLU di Lampung selama tahun 2025 mencapai 358.417,34 kilo watt hour (kWh),” ujarnya.
Meski demikian, PLN belum mencatat secara rinci jumlah kendaraan listrik yang menggunakan SPKLU. Namun, dari sisi transaksi, terjadi aktivitas yang cukup tinggi.
"Untuk jumlah kendaraan listriknya memang belum tercatat secara spesifik, namun total transaksi pengisian daya di seluruh SPKLU di Lampung selama tahun 2025 tercatat sebanyak 15.667 kali transaksi,” tambah Darma.
Ke depan, PLN UID Lampung memastikan akan terus memperluas jaringan SPKLU sebagai bagian dari dukungan terhadap program transisi energi nasional. Pada tahun 2026, PLN merencanakan penambahan puluhan unit SPKLU dengan kapasitas pengisian yang lebih cepat.
"Di tahun 2026, direncanakan akan ada penambahan 6 unit Ultra Fast Charging dan 18 unit Medium Charging. Jadi total penambahan yang direncanakan sebanyak 24 unit EV Charger,” ungkapnya.
Dengan penambahan tersebut, PLN berharap ekosistem kendaraan listrik di Lampung semakin berkembang dan mampu mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan, sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon secara berkelanjutan. (*)

berdikari









