Berdikari.co, Lampung Barat - Warga Pekon Tanjung Sari, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan hanyut di aliran Kali Pasir, Kamis (15/1/2026) siang.
Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar dan menimbulkan suasana duka mendalam di tengah masyarakat setempat.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Gianto, yang saat itu sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Saat berada di tepi Kali Pasir, Gianto melihat sesosok tubuh perempuan dalam kondisi tidak bernyawa terbawa arus sungai, kemudian segera melaporkan temuannya kepada warga dan aparat pekon.
Setelah dilakukan pengecekan, mayat tersebut diketahui bernama Masri (51), warga Pemangku Tanjung Sari, Pekon Tanjung Sari, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.
Identitas korban dibenarkan langsung oleh Peratin Pekon Tanjung Sari, Sukamto, berdasarkan keterangan keluarga korban.
Sukamto menjelaskan, korban merupakan warga setempat yang sehari-hari dikenal oleh masyarakat sekitar. Berdasarkan penuturan pihak keluarga, sebelum ditemukan meninggal dunia, Masri diketahui keluar dari rumah sekitar pukul 11.30 WIB untuk keperluan yang belum diketahui secara pasti.
Namun, hanya berselang waktu sekitar setengah jam, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan hanyut di aliran Kali Pasir pada pukul 12.09 WIB.
Lokasi penemuan berada di perbatasan antara Pekon Tanjung Sari dan Pekon Banding Agung, yang tidak jauh dari permukiman warga.
“Benar, korban adalah warga kami. Menurut keterangan keluarga, Ibu Masri keluar rumah sekitar pukul setengah dua belas siang. Kemudian ditemukan oleh saudara Gianto di Kali Pasir, tepatnya di perbatasan Pekon Tanjung Sari dan Pekon Banding Agung,” ujar Sukamto, seperti dikutip dari kupastuntas.co.
Penemuan jasad korban dengan cepat menyebar ke masyarakat sekitar. Warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung peristiwa tersebut.
Suasana haru dan duka tampak menyelimuti keluarga korban yang tidak menyangka Masri ditemukan meninggal dunia dalam waktu yang relatif singkat setelah meninggalkan rumah.
Pihak pekon bersama warga setempat kemudian berkoordinasi untuk melakukan penanganan awal sebelum aparat terkait turun ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya korban masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang masih melakukan penanganan dan pemeriksaan lanjutan guna memastikan kronologi kejadian serta penyebab kematian korban.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait,” tambah Sukamto.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat, yang berharap agar pihak berwenang dapat segera mengungkap penyebab kejadian demi memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan warga Pekon Tanjung Sari. (*)

berdikari









