Logo

berdikari BERITA LAMPUNG

Rabu, 14 Januari 2026

11 Siswa SDN 3 Sindang Sari Keracunan, Guru Pertanyakan Kualitas MBG

Oleh ADMIN

Berita
Potongan video memperlihatkan Kepala Sekolah SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara komplain tentang kualitas MBG yang dinilai buruk. Foto: Ist

Berdikari.co, Bandar Lampung - Sebanyak 11 siswa SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (12/1/2026).

Para siswa tersebut dilaporkan mengalami mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menyantap MBG yang dibagikan di sekolah setempat.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan laporan jajarannya, 11 siswa mengalami gejala keracunan, namun kini dalam kondisi membaik dan telah pulang ke rumah masing-masing.

Kombes Yuni menyebut, gejala mulai muncul sekitar 20 menit setelah makanan disantap. Adapun menu MBG pada hari itu berupa nasi putih, telur sambal saus, tempe bacem, tumis buncis wortel, dan buah anggur.

“Sebelas siswa yang mengalami gejala diduga keracunan merupakan murid kelas V, terdiri dari lima siswi dan enam siswa. Para siswa kemudian mendapat penanganan awal dan sudah membaik sehingga sudah pulang ke rumah masing-masing,” kata Kombes Yuni dalam pesan siarannya, Senin (12/1/2026).

Ia mengatakan, Polsek Kotabumi Kota bersama Unit Ekonomi Polres Lampung Utara telah mendata para siswa yang terdampak serta melakukan koordinasi dengan dapur MBG SPPG Yayasan YPPSDP selaku penyedia makanan dalam program tersebut.

Berdasarkan asesmen sementara, polisi menilai kejadian ini berkaitan dengan persoalan kualitas makanan yang disajikan serta minimnya pengawasan dapur produksi MBG.

Penyelidikan lanjutan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dapur penyedia MBG maupun instansi teknis terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai kualitas menu yang disajikan ke SDN 3 Sindang Sari hingga menyebabkan sejumlah siswa mengalami gejala keracunan.

Sebelumnya, juga sempat beredar video dua guru SDN 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, yang memprotes kualitas menu MBG dan viral di media sosial pada Senin (12/1/2026). Dalam video tersebut, kedua guru terlihat menanyakan rasa makanan kepada murid-muridnya.

Sejumlah murid mengeluhkan tempe yang terasa pahit, buah anggur yang disebut busuk, serta sayur yang dinilai berlendir. Guru bahkan menyebut kualitas makanan tersebut tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan anak.

Dalam video itu, tampak dua orang guru memperlihatkan makanan MBG yang diterima sekolah, didampingi oleh sejumlah murid SD setempat.

Salah satu guru dalam video tersebut secara tegas menyampaikan bahwa makanan MBG yang diterima tidak layak dikonsumsi. Ia kemudian bertanya langsung kepada murid-murid mengenai kondisi makanan tersebut.

“Ini saya mau sampaikan, makanan MBG yang kami terima di SD Negeri 3 Sindang Sari ini tidak layak dikonsumsi. Ini tempenya sudah busuk. Kamu, anak-anak, bagaimana merasakan tempenya?” tanya guru tersebut.

Murid-murid menjawab, “Pahit.”

Guru itu lalu melanjutkan pertanyaannya, “Kalau buahnya bagaimana?” Murid-murid menjawab, “Busuk.”

Ia kembali bertanya mengenai kondisi sayuran. “Sayurnya bagaimana rasanya?” Murid-murid menjawab, “Berlendir.”

Menanggapi hal tersebut, guru tersebut menegaskan bahwa kondisi makanan seperti itu sangat berbahaya bagi anak-anak.

“Ini sangat berbahaya, ini bisa meracuni anak-anak kami sebagai penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah terpaksa melayangkan komplain secara terbuka karena persoalan ini menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Kami menyampaikan komplain ini karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Kami tidak mau anak-anak kami diracuni dengan makanan seperti ini,” tegasnya.

Dalam video tersebut, guru itu juga secara khusus meminta agar persoalan ini disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menyebut nama Pak Mardianto, yang disebut sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Pak Mardianto, Anda sebagai Paspampres, tolong sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dapur MBG pengelola makanan ini,” katanya.

Selain soal kualitas makanan, guru tersebut juga mengungkapkan bahwa selama tiga minggu terakhir tidak ada lagi distribusi MBG ke sekolah mereka. Ia menyebut dapur MBG yang menjadi pengelola program tersebut tidak lagi beroperasi.

“Sudah tiga minggu terakhir tidak ada distribusi MBG ke sekolah kami. Dapur MBG-nya tidak beroperasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang diterimanya, pihak dapur MBG menyebutkan bahwa anggaran dari pusat tidak turun sehingga distribusi terhenti. Bahkan disebutkan pula bahwa selama tiga minggu terakhir anggaran MBG tersebut tidak diambil dari pusat.

“Alasannya mereka bilang anggaran dari pusat tidak turun. Mereka juga bilang anggaran MBG selama tiga minggu ini tidak mereka ambil dari pusat,” ungkapnya. (*)

Editor Sigit Pamungkas